PPT dan mentoring
Da banyak program televisi yang menawarkan acara-acara yang bertajuk keagamaan pada bulan ramadhan ini. Mulai dari kuis, sinetron, iklan, layanan sms, dst. Dari sekian banyak acara tersebut, ada satu acara yang aku senangi , pada bulan Ramadhan ini Q suka ama acara TV yang namanya “Para Pencari Tuhan” (sinekuis) yang sekarang udah jilid 2. N kabarnya, disebuah negara di utara Indonesia, penduduk Indonesia yang tinggal di sana 90% menonton sinetron “PPT”!. Wuihhhh hebat!
Sesuatu yang patut dicontoh bagi para ustad2 (guru). Da pelajaran yang menarik tentang penyampaian dakwah dalam “PPT”.Sekarang ini, jika seseorang remaja (saya khususkan kepada remaja, karena remaja adalah masa depan bangsa) dihadapkan pada 2 pilihan, pilihan pertama (1) ikut semacam pengajian, liqo’, kuliah subuh, seminar keagamaan, de el el dan pilihan kedua (2) adalah tandingan dari pilihan pertama; ngegame, shopping2, maen, dst. Kecenderungan remaja yang pengen senang-senang saja, kebanyakan remaja akan milih (2) daripada (1)!, mengapa? Mengapa mereka memilih kegiatan semacam (2) yang bisa bernilai sia-sia atau bahkan dosa daripada kegiatan yang semacam pengajian (1) dkk?.
Jawaban yang tepat adalah karena kegiatan semacam pengajian itu tidak seenak shopping2, tidak senyaman tidur-tiduran, dan tidak segembira ketika maen dengan tmen2. Itu terjadi karena suasana yang terbentuk dalam pengajian ya itu-itu saja!, isinya ya sesuatu yang dinasehatkan dan bernilai pahala atau diisi dengan suatu penyelesaian terhadap suatu masalah. Padahal itu semua kebanyakan sudah dimengerti oleh Remaja sekarang ini. “jangan menyontek !”, masalah itupun mereka sudah tau klo mencontek itu tidak baik bagi mereka, tetapi masih disampaikan sesekali dalam suatu forum pengajian remaja. Atau bahkan perintah sholat!, sesuatu yang mutlak harus tahu bahwa bagi yang meninggalkannya (bukan karena da halangan) akan mendapat dosa dan akibatnya bisa masuk neraka serta bagi yang melaksanakannya akan dapat pahala plus kesempatan masuk Surga, masalah itupun masih disampaikan dalam pengajian. Memang sih, bagi orang yang awam agama, hal itu sangat diperlukan, tetapi untuk ukuran remaja, hal tersebut terasa ngebosenin. Nah, kesimpulannya satu “cara penyampaian nasehat”
Jika kegiatan semacam pemberian nasehat (pengajian) mo disukai, maka ya bagaimana caranya agar kegiatan itu lebih menarik dari kegiata lain. Untuk yang satu ini, saya salut pada sinekuis “PPT”. Pengemasan dakwah yang menyenangkan serta bisa dan mudah diterima tanpa harus merasa digurui. Coba misalnya klo da nasehat “Kita harus mengembalikan/meminta keikhlasan untuk segala sesuatu yang kita miliki dari orang lain tanpa sepengetahuan orang itu”, klo disampaikan pas forum pengajian, terasa biasa-biasa saja dan tidak begitu mengena. Akan tetapi berbeda dengan “PPT”, nasehat semacam itu dikemas dengan bumbu akting, ekspresi, dan canda tawa yang sesuai kadarnya, sehingga permirsa lebih dapat menerimanya. Pemirsa juga tidak merasa digurui, pesan yang disampaikan tidak secara langsung disampaikan dengan pemirsa akan tetapi dalam bentuk adegan-adegan.
Sebenernya kita bisa dakwah semacam tu tanpa harus jadi artis!. Untuk yang satu ini, kita bisa buat pengajian sistem out bond dengan segala kegiatan yang menggembirakan dengan tetap diselangi dakwah didalamnya. Atau pengajian dengan sistem “Mentoring” sebuah sistem pengajian remaja yang isinya lebih ke sharing-sharing dgn pembicara yang usianya tidak terlampau jauh dengan para mentinya (anggota mentoring). Dengan ini, memungkinkan saling bertukar pendapat/canda tawa (yang terfokus) tanpa timbul rasa segan dengan mentornya. Suasana seperti ini akan membuat para menti “tandhuk” (nambah.red) untuk mentoring lagi. Apalagi klo yang dibahas tantang masalah remaja seperti masalah “cinta”, wuuihhh bisa sangat antusias!!
Jadi, bagaimana? Dikota-kota sudah ada buannyak kelompok mentoring lho!. Di sekolahku za ada skitar 10 kelompok mentoring. Gimana di Sekolahmu?
Ayo Mentoring!!
(artikel ini ditekankan pada kalimat yang diblock, bahwa dengan pemikiran seperti itu, maka kita bisa mengubah cara dakwah kita agar lebih disukai para remaja sekarang ini)
Setuju…!
Posted 11 months, 2 weeks ago