Ramadhan telah tiba, semua berbondong-bondong merubah kepribadian. 1 bulan yang begitu indah, 1 bulan menuju kemenangan. Seakan-akan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan sekali setahun ini. Mulai dari manajemen waktu, manajemen ibadah, manajeman kerja, bahkan manajemen sikap. Semua diatur demi 1 bulan perubahan.
Memang kita sudah terbiasa dengan adanya perubahan sikap dan perilaku orang-orang disekitar kita. Rasa takut dosa dan jika puasanya batal merupakan resep utama perubahan sikap seseorang. Dari yang biasa saja menjadi pribadi yang lebih baik, baik peringainya, baik tutur katanya, baik keseluruhannya. Dan dari semua itu ada resep yang ingin aku praktikan dan untuk itu juga ingin aku bagi-bagikan. Resep ini aku namakan “Kalkulasi Pahala”
Pelaksanaanya bisa berbeda-beda. Konsepnya adalah bagaimana agar pahala bisa lebih banyak atau jauh lebih banyak dari perbuatan dosa. Pelaksanaanya adalah dengan kita memberi suatu nilai atau poin (angka) pada perbuatan kita dimana nilai positif kita berikan untuk setiap perbuatan baik dan nilai negatif untuk setiap perbuatan buruk. Dalam hadist arbain no. 18 :
“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”
(HR. Tirmidzi).
Dan no. 37 :
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka barangsiapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Nah, dari rumusan di atas didapatkan kisaran-kisaran nilai yang dapat kita gunakan sebagai acuan. Ada 4 kisaran (hadist no.37 yang berwarna), kesemuanya dapat kita gunakan. Namun, lebih baik kita ambil nilai minimum untuk kebaikan dan maksimum untuk perbuatan dosa agar pahala yang kita kumpulkan jauh lebih banyak dibanding perbuatan dosa. Kita bisa mulai dengan memberi nilai -10 untuk setiap perbuatan dosa dan 5 untuk setiap perbuatan baik atau sesuai selera masing-masing namun disarankan untuk setiap perbuatan baik nilainya tidak lebih dari perbuatan buruk supaya jika dihitung menurut rumusan hadist diatas, paha kita berlipat-lipat dan jauh mengungguli dosa. Penilaiannyapun bisa disesuaikan dengan tingkat perbuatannya. Misalnya, bohong = -7, berkata tidak sopan= -10, mencuri= -20 dan lain sebagainya. Kemudian untuk perbuatan baik, sholat wajib= 10, sholat sunnah= 5, sabar= 7, menahan marah= 9, dan lain sebagainya. Jangan lupa diberi nilai yang bisa menggugah kita misalnya kesemua perbuatan buruk yang kita lakukan meskipun kemudain bernilai – infinity (tak terhingga) dapat ditutupi dengan satu perbuatan Taubat Nasuha terhadap perbuatan buruk itu.
Perhitungannya
Perhitungannya bisa dilakukan tiap hari untuk yang menuntut perbaikan setiap harinya atau tiap minggu bagi yang menuntut adanya perbaikan di minggu-minggu berikutnya. Namun saya rasa yang paling mudah adalah tiap harinya. Berikut saya tawarkan cara-cara perhitungannya :
-
Bisa setiap ada perbuatan dosa langsung ditutup dengan perbuatan kebaikan yang jika nilai keduanya dijumlahkan maka bernilai positif (lebih banyak pahalanya).
-
Bisa tiap malam, kita ingat-ingat perbuatan kita lalu dihitung nilainya. Dan jika merasa masih bernilai negatif, maka bisa kemudian kita mengaji. (insya Allah untuk setiap huruf/kata (penulis lupa), kita akan mendapat 1 kebaikan dan belum jika dihitung dengan rumusan hadist diatas yang juga memperhitungkan niat kita). Namun, sebaiknya kita juga memberi nilai minimal misalkan untuk bisa dapat poin (nilai) 10 dapat dengan mengaji 1 lembar, nilai 30 bisa diperoleh kalo kita mengaji X lembar, dst.
-
Atau yang mungkin sulit, adalah dengan mencatat setiap perbuatan kita yang bernilai pahala atau bernilai dosa kemudian hari berikutnya adalah untuk melunasi/menutupi jika masih bernilai negatif.
-
Diserahkan pada masing-masing individu.
Keuntungan sistem kalkulasi ini (kaya brosur segala) :
-
Kita bisa mengukur/memperkirakan nilai pahala kita.
-
Kita juga bisa mencegah perbuatan dosa. (bisa saja klo kita males berbuat baik maka ya jangan berbuat buruk, gitu aja koq repot!).
-
Nilai yang dihasilkan merupakan nilai yang kita berikan. Padahal, menurut hadist di atas ada yang dilipatgandakan hingga ratusan kali. Sehingga pahala kita diharapkan akan melimpah-limpah.
-
Bagi yang ikut menyebarkan rumusan ini, insya Allah akan mendapat pahala kebaikan yang dilakukan seseorang yang ikut menerapkan rumusan ini tanpa mengurangi pahala mereka (kaya MLM pahala gitu).
-
Anda menjadi kenal siapa Muhamad fajri Nur Reimansyah lewat blog ini. (ha…99x, uhuk..uhuk…uhukkk….no.5 Cuma bercanda lho…!)
Silahkan klo mau buat aturan sendiri ya dipersilahkan atau mau membuat semacam targetan misal pada akhir ramadhan poin yang terkumpul harus minimal 10, 100, 1000, 999, dll juga silahkan.
Maaf jika ada kesalahan dalam artikel ini, Ramadhan tlah tiba…Ramadhan tlah tiba….Horee!!,…Horee!!, Horee…!
Note:
PERINGATAN!, rumusan ini murni asli dan tidak ada hak cipta. Barang siapa dengan sengaja menyalin, menggandakan, mencontek, mencopy untuk disebarluaskan, sangat penulis anjurkan. Satu yang penulis harapkan dari para pembaca, maafkan kesalahan-kesalahan yang penulis pernah lakukan pada pembaca dan doakan penulis dengan doa yang baik.
bagus dik. bank aja punya motto
“kumpulkan saldo tabunangan anda sebanyak2nya”