Sudah hal biasa dilingkungan kita yang namanya mencontek itu!. Bahkan bisa dibilang manusiawi (bagi yang menganggapnya biasa saja). Tapi penulis ingin berbagi resep menghindari dan menghentikannya. Karena bagi yang spesialis mencontek saya rasa belum pernah mengalami kebahagiaan yang sesunggunhnya dalam bahasa Inggris “happiness yang sesungguhnya” (hahaha…garing bgt). Begini, sebenarnya ini masalah klasik tapi memang begini keadaanya, coba direnungkan dapat nilai 9 tetapi nyontek dengan nilai 10 tapi jujur, atau dapat nilai 7 secara jujur tapi yang lainnya dapat nilai 5 plus nyontek, coba bandingkan bagus yang mana?. Makanya jangan nyontek!. Nh Q br cr brpkr jt, smg bs drngi n dtrpkn (nih aku beri cara berpikir jitu, semoga bisa direnungi dan diterapkan)
Berpikirlah bahwa Aku yang terbaik
So, pertama kita harus berusaha untuk menghadapi suatu tes/ulangan, kemudian saat mengerjakan berpikirlah bahwa akulah yang terbaik (jangan dianggap sombong tetapi ambil nilai positifnya). Dengan demikian kita tidak akan mencontek karena kita yakin kita benar dan bisa saja teman kita yang salah. Trus masalah jika teman kita yang bertanya?, gampang suruh buka fajrimuhammad.worpress.com atau berikan rumusan ini. Atau beri sobekan kertas bertuliskan “Makanya belajar”. Klo q sementara dimaklumi (karena teman-teman q tidak mungkin bertanya pada q!, he..he..he..3x)
Buat apa berdoa ?
Eng ing eng! Jrengg!. Sebenarnya ini nih yang ingin penulis sampaikan, mohon DIPERHATIKAN DAN DIRENUNGI. Sudah selayaknya setiap usaha kita iringi dengan doa, begitu juga bila akan ada tes/ulangan, manusia normal akan berdoa jika sebentar lagi kenaikan kelas atau ujian kelulusan, memperbanyak ibadah, doa, dan perbuatan lain yang bisa mendukung baik secara langsung ataupun tidak langsung demi mencapai kesuksesannya. Kemudian ada sesuatu yang perlu diperhatikan, Jika kita sampai segitunya berdoa, memperbanyak ibadah, dll hanya untuk memohon bantuan dan petunjuk kepada-Nya, trus coba pikirkan buat apa berdoa klo ujung-ujungnya mencontek (meminta bantuan pada orang lain). Apakah tidak percaya kepada-Nya?, atau meremehkan kewenangan-Nya? Apa mungkin, doa kita dikabulkan kalau percaya pada-Nya saja tidak. Apakah hanya demi suatu jawaban kita mengganti posisi penolong dalam setiap doa kita?. Renungkanlah…
Akhir yang begitu menggembirakan
Perhatikan para atlet-atlet atau wakil suatu negara yang berkompetisi di ajang dunia, betapa gembiranya mereka ketika menjadi juara, tangis haru, sujud syukur, pelukan dari para pendukungnya, dan itu tidak dilakukan dengan mencontek tetapi atas usaha sendiri yang telah dipersiapkan dan mungkin selama persiapan mendapat cacian, kesulitan, dan hal lain yang tidak mengenakan. Ingatlah prinsip “dualisme” yang ada di side bar blog ini (klo blum diubah). Kemudian renungkanlah karena apa mereka sampai begitu senangnya hingga menangis. Tidak usah jauh-jauh, penulis pernah alami saat-saat itu!
Tapi 3 poin diatas belum memberikan solusi, penulis memberikan beberapa solusi yang mudah untuk diterapkan :
-
Mulai belajar tidak mencontek pada pelajaran yang kita senangi saja.
-
Belajar mencontek jangan langsung dadakan. Lebih baik sedikit demi sedikit tetapi rutin yang bisa menjadi suatu kebiasaan tidak mencontek daripada langsung banyak tetapi tidak mengena.
-
Dapat dengan memberikan batasan mencontek, misalnya dalam setiap ulangan Cuma diperbolehkan 3 pilihan bantuan, 50:50 (dua jawaban dihilangkan), phone a friend (bertanya teman = nyontek), atau Ask to Audience (bertanya pada penonton = nyontek lagi).
Jadi kita bisa memberi batasan berapakali kita boleh mencontek, dan kita juga memberi sanksi sendiri misal jika telah melebihi batasan diperbolehkannya mencontek, maka tiap 1 kali menyontek push up 10 kali atau infaq Rp3.000,00 atau belajar materi tentang bab itu hingga menguasai materi tersebut.
-
Solusi lain yang cocok dengan hati masing-masing individu.
-
Dan tidak kalah pentingnya. Jangan ngeles kalo aku beri penyataan-pernyataan diatas!!
Jadi mulailah sedikit demi sedikit meninggalkan apa yang namanya mencontek, sekedar informasi saja sensasi kemenangan atas usaha sendiri begitu indah dan mengasyikkan lho!. Saya bagi-bagikan sedikit mengenai sensasinya. Rasanya tuh seperti ketika berhasil memasukkan tali sepatu pada lubang jarum jahit (suaangat sulit tetapi kalo misalnya berhasil suuuaangat menyenangkan), atau bisa digambarkan seperti melipat kertas koran menjadi 1×1 cm2 bagi yang sangat menikmatinya, bisa juga seperti menempel prangko pada amplop bagi yang suaaaangat menggemarinya, atau bahkan seperti merapikan tinggi rumput lapangan sepak bola memakai pemotong kuku, pastinya bagi yang sangat menyukainya!!. Dan rasa bahagia itu jauh lebih membahagiakan daripada kunjungan dan kritik yang diberikan untuk blog ini maupun artikel-artikelnya.
Mohon maaf kalo pernyataan saya terlalu menusuk, menohok, menyayat hati. Dan maafkan juga kalo penulis kePDan menduga pembaca akan tertusuk, tertohok, tersayat hatinya hanya karena membaca artikel yang sangat mak jleb jleb (tepat sasaran) ini.
Terakhir, seperti kebanyakan artikel saya,
PERINGATAN!, rumusan ini murni dan tidak ada hak cipta. Barang siapa dengan sengaja menyalin, menggandakan, mencontek, mencopy untuk disebarluaskan, sangat penulis anjurkan. Satu yang penulis harapkan dari para pembaca, maafkan kesalahan-kesalahan yang penulis pernah lakukan pada pembaca dan doakan penulis dengan doa yang baik.
Wah apik bangeud jri memberiq inspirasi membuatq brpikir positif (hohoho sok pye wae)
Assalamualaikum fajri….
Isiny bagus bgd…aku pgn ga nyontek,,,
tp klo seseorang nany ak pas ulangan, mesti takjwb ap g y??
trus to, kan ak pgn bgd nilai biolgku bgus, spy bs pmdk ku, nah klo nyontek pas biologi tok ndak gpp? hehehe,,,
assalamu’alaikum………
eh jri akoe setuju bangett…..
biar tmen2 yg laen jg bisa brpkir positif..
eh bwd yg abs bca….bnr looh,aq kn dlu prnah nyontek kl kpe2t bgt tp dh sekian tahun aq hentiin itu(wah emg brp thn??…)hehehehe
rsanya mlh byk peningkatan prestasi abs g nyontek looooh….
So,prcya deh sm dri sndri dr skrg!!!!!
kalo di kampusku kalo (ketahuan) nyontek ya udah pasti langsung dikeluarin alias DO-drop out.
kalo aku sih dari sma ampe sekarang kan absenku tu tengah terus, so waktu ujian pasti duduk depan sendiri- malah depan pengawas.