kRitiS dan rEnungKanLAH

Assalamualaikum,

Sebuah renungan untuk saudaraku.

Saudaraku, pernahkah engkau merasa bahwa engkau ragu akan sesuatu yang engkau lakukan?, pernahkah engkau merasa sebenarnya apa yang engkau lakukan sudah benar?, pernahkah engkau mencoba mengkritisi suatu ajaran baru ataupun suatu ilmu baru?, pernah penulis mendapat suatu pelajaran hanya dari suatu yang mungkin juga jarang diperhatikan. Begini ceritanya :

Sebelumnya penulis merupakan sosok yang bisa dibilang mudah terpengaruh sesuatu hal, dan Alhamdulillah karena penulis beragama Islam, penulis sudah terbiasa dengan hal-hal yang berbau islam dan sunnah Rasul, seperti jika sholat kaki selebarbahu, tangan agak kedada, dan sebagainya. Saat itu Organisasi yang penulis ikuti akan berreorganisasi. Tapi pada suatu hari ketika penulis meminta penandatanganan suatu kegiatan kepada pembina, tiba-tiba penulis ditanya tentang siapa yang kira-kira menjadi ketua subOrganisasi yang penulis ikuti. Berikut garis besarnya :

Pembina :”Jri, kira-kira calon ketuanya siapa?”

Penulis :”si A, Pak!”

Pembina :”Kalau bisa Jangan, karena si A itu kalau sholat lebar-lebar!, yang biasa-biasa saja!”

……

Mendengar perkataan tersebut penulis merenung, ternyata apa yang kita lakukan dan menurut kita baik itu belum tentu baik apalagi dimata Allah!. Kemudian penulis mulai merenung, penulis mengamati cara berdiri penulis sendiri yang kadang juga terlalu lebar seperti yang dibicarakan pembina terhadap si A yang bahkan melebihi batas bahu dan itu bukan sama sekali sunnah Rosul. Kemudian penulis menyimpulkan :

  • Jangan Anggap bahwa yang kita lakukan itu benar dimata orang lain dan Allah.
  • Pelajari dulu sesuatu yang kita anggap benar, jangan hanya dari satu sumber saja kemudian kita membenarkannya bahkan belum dicek kebenarannya.
  • Mencobalah berpikir bahwa umat manusia itu beragam budaya dan cara pandang, maka jangan hanya terpaut pada cara pandang atau tafsiran segolongan manusia jika belum terbukti kebenarannya kecuali jika itu sudah tercantum pada Al Quran dan Hadist Shahih ataupun dari Ijtihad kebanyakan Ulama.
  • Berusahalah mengkritisi sesuatu yang engkau butuhkan agar tidak menyesal dikemudian hari.
  • Dan ingat!, pelajari Asbabul nuzul (sebab turunnya ayat) sehingga jika ayat itu dipakai kita sudah tau maksudnya dan dapat terhindar dari pemahaman keliru yang memakai ayat tersebut.

Jadi, Jadilah orang yang kritis namun tidak terlampau kritis yang justru bisa menyesatkan kita.

There are no comments on this post.

Leave a Reply